SUBNETTING DAN ROUTING STATIC
• Pengertian Subnetting
Subnetting adalah proses membagi satu jaringan IP (Internet Protocol) besar menjadi beberapa jaringan kecil yang disebut subnet (sub-jaringan). Tujuan dari subnetting adalah untuk mengoptimalkan alokasi alamat IP, meningkatkan efisiensi, keamanan, dan manajemen jaringan.
Dalam dunia jaringan komputer, setiap perangkat memiliki alamat IP. Ketika sebuah organisasi memiliki satu blok IP yang besar, subnetting memungkinkan mereka untuk membagi jaringan tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil sesuai kebutuhan masing-masing departemen, lokasi, atau fungsi masing-masing.
• Tujuan Subnetting
1. Mengoptimalkan penggunaan alamat IP
→ Supaya alamat IP tidak terbuang sia-sia dalam jaringan besar.
2. Meningkatkan keamanan dan kontrol jaringan
→ Lalu lintas antar subnet bisa diatur atau dibatasi.
3. Mengurangi kemacetan jaringan
→ Karena lalu lintas data hanya berada di subnet masing-masing.
• Manfaat Subnetting
1. Mengoptimalkan Alokasi Alamat IP
- Subnetting memungkinkan pembagian jaringan berdasarkan kebutuhan jumlah perangkat (host).
- Menghindari pemborosan alamat IP, terutama pada jaringan kelas A atau B yang besar.
2. Mengurangi Lalu Lintas Jaringan (Lalu Lintas)
- Broadcast hanya terjadi dalam satu subnet, tidak ke seluruh jaringan.
- Hal ini membantu menjaga kinerja jaringan tetap cepat dan stabil.
3. Meningkatkan Keamanan Jaringan
- Memisahkan jaringan berdasarkan fungsi (misalnya: subnet untuk HR, subnet untuk IT).
- Lalu lintas antar subnet bisa diatur atau dibatasi menggunakan router atau firewall.
4. Mempermudah Manajemen dan Pemeliharaan
- Setiap subnet dapat dikelola secara terpisah.
- Kesalahan atau gangguan pada satu subnet tidak secara langsung mempengaruhi subnet lainnya.
• Ciri-ciri subnetting
1. Alamat IP Dibagi Menjadi Beberapa Subnet
- Satu jaringan besar terbagi menjadi jaringan-jaringan kecil (subnet).
- Setiap subnet memiliki Alamat Jaringan, Alamat Host, dan Alamat Siaran sendiri.
2. Menggunakan Subnet Mask
- Subnetting menggunakan Subnet Mask atau notasi CIDR (misalnya /24, /26, dll).
- Semakin besar angka CIDR (contoh: /27), maka semakin sedikit jumlah host dalam subnet tersebut.
3. Jumlah Host Lebih Sedikit per Subnet
- Setelah subnetting, jumlah host per jaringan lebih kecil dan spesifik sesuai kebutuhan.
4. Komunikasi Antar Subnet Perlu Routing
- Karena setiap subnet dianggap sebagai jaringan yang terpisah, maka diperlukan routing agar subnet-subnet dapat saling berkomunikasi.
• Pengertian Routing
Routing adalah proses menentukan jalur atau rute terbaik bagi data (paket) agar dapat dikirim dari satu jaringan ke jaringan lain melalui perangkat jaringan seperti router.
Dalam jaringan komputer, ketika sebuah perangkat mengirimkan data ke alamat IP tujuan yang berada di jaringan berbeda, maka diperlukan routing untuk mengarahkan paket tersebut agar sampai ke tujuan dengan benar dan efisien.
• Cara melakukan Subnetting Dan Routing di Cisco Packet Tracer
1. Pastikan kamu mempunyai Cisco Packet Tracer
2. Hitung IP yang akan dimasukkan, contohnya:
4. Tambahkan :
- 5 PC di sebelah kiri dan kanan
- 1 Router kiri dan kanan
- 1 Switches kiri dan kanan
5. Sambungan Router, Switch, Dan PC menggunakan Kabel Straight-Trhough
6. Masukkan IP Awal blog 1 pada Ethernet0/0, lalu enter, ubah 3 angka terakhir menjadi '240' jika prefix kalian /28. Jangan lupa untuk mencentang 'On' pada 'Status Port'
9. Kalian bisa melakukan ping pada PC 1 ke PC 3 dengan cara membuat 'desktop' pada PC lalu masuk ke 'Command', ketik "ping 192.168.xx.xx"
10 . Selanjutnya masuk ke Router 1, ketik 10.10.10.1 dan 10.10.10.2 di Router 2, lalu Enter (Jangan lupa centang 'On' pada 'Port Status'
11. Di Router 1 masuk ke 'Static' pada ' ROUTING ', di bagian 'Network' kita masukkan IP Network blog 2, masukkan juga IP mask-nya, dan masukkan ' Next hop' pada Router 2
12. Lakukan juga pada Router 2, 'Network' nya kita ubah menjadi IP Network blog 1, dan 'Next hop' nya 10.10.10.1 lalu Enter
Terimakasih☺











Comments
Post a Comment