DATA CENTER 📡


1. Pengertian dan Manfaat Pusat Data 



Data center adalah pusat fasilitas fisik dan digital yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, memproses, dan mendistribusikan data serta aplikasi penting suatu organisasi. Di dalamnya terdapat berbagai perangkat seperti server, penyimpanan data (storage), perangkat jaringan, dan sistem keamanan yang bekerja secara terintegrasi.

Data center berfungsi sebagai jantung teknologi informasi (TI) bagi perusahaan, institusi pemerintah, penyedia layanan digital, dan organisasi lainnya.

Data center juga dapat menyimpan informasi pelanggan, transaksi, dokumen bisnis, hingga sistem aplikasi yang tersimpan dengan aman di data center. Sistem keamanan canggih menjaga data dari pencurian, kerusakan, atau kehilangan.

2. Komponen Pusat Data 

Data center bukan sekedar ruangan berisi server. Ia adalah sistem kompleks yang terdiri dari berbagai komponen yang saling bekerja sama untuk menyimpan, mengolah, dan mengalirkan data secara aman dan andal. Berikut adalah komponen-komponen utamanya:

- Peralatan komputasi 

Adalah semua perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk melakukan proses komputasi, penyimpanan, dan pengelolaan data. Perangkat-perangkat ini merupakan inti dari operasi data center karena bertugas menjalankan aplikasi, memproses permintaan pengguna, dan menjaga layanan tetap aktif.

- Infrastruktur Jaringan 

Infrastruktur jaringan (infrastruktur jaringan) dalam pusat data adalah rangkaian perangkat keras (perangkat keras), perangkat lunak (perangkat lunak), dan sistem komunikasi yang berfungsi untuk menghubungkan, mengatur, dan mengalirkan data antara server, penyimpanan, perangkat pengguna, serta ke internet atau jaringan luar.


- Infrastruktur Penyimpanan 

Infrastruktur penyimpanan adalah komponen dan sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengamankan data digital di dalam pusat data. Infrastruktur ini mencakup perangkat keras (hardware) seperti hard drive, solid-state drive, dan sistem penyimpanan penyimpanan, serta perangkat lunak (software) yang mengatur cara data disimpan, diakses, dan khawatir.

- Catu Daya Tanpa Gangguan (UPS)

Uninterruptible Power Supply (UPS) adalah perangkat penyedia daya cadangan yang secara otomatis memberikan suplai listrik sementara ketika terjadi gangguan pada sumber daya utama (misalnya listrik padam, tegangan turun, atau pembangkitan daya).

- Sistem kontrol iklim

Climate Control System dalam data center adalah sistem pengatur suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang dirancang untuk menjaga lingkungan fisik tetap ideal bagi perangkat IT seperti server, penyimpanan, dan perangkat jaringan.

- Keamanan 

Keamanan dalam pusat data adalah serangkaian langkah, teknologi, dan prosedur yang diterapkan untuk melindungi data, perangkat keras, dan infrastruktur dari ancaman fisik maupun digital. Tujuannya adalah menjaga kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data serta memastikan operasional data center berjalan aman tanpa gangguan.

3. Jenis dan Klasifikasi Data Center 

  Data center dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek seperti ukuran, kepemilikan, tingkat redundansi, dan fungsi. Berikut penjelasan lengkapnya:

A. Pusat Data Perusahaan
  Enterprise Data Center adalah fasilitas pusat data yang dimiliki, dioperasikan, dan dikelola secara langsung oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk memenuhi kebutuhan teknologi informasi internal mereka. Data center ini dirancang khusus untuk mendukung operasional bisnis perusahaan tersebut, seperti penyimpanan data, pengelolaan aplikasi, layanan email, dan sistem TI lainnya.

B. Pusat data kolokasi
 Colocation Data Center adalah fasilitas pusat data yang menyediakan ruang, daya listrik, pendingin, dan keamanan bagi perusahaan untuk menempatkan perangkat server dan infrastruktur TI mereka sendiri. Dalam model colocation, perusahaan tidak memiliki gedung atau infrastruktur data center tersebut, melainkan menyewa ruang fisik (rack, cage, atau kabinet) di fasilitas colocation yang dikelola oleh pihak ketiga.

C. Pusat data berskala besar
  Hyperscale data center adalah fasilitas pusat data yang didesain untuk menangani kapasitas sangat besar dengan efisiensi tinggi. Bisa dibilang, ini adalah “super data center” yang biasanya dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Amazon, Microsoft, dan Facebook.

  Kata “hyperscale” sendiri berasal dari kemampuan untuk memperbesar skala (scale up) infrastruktur secara cepat dan efisien sesuai kebutuhan. Jadi, jika jumlah data atau pengguna bertambah, pusat data hyperscale dapat menyesuaikan kapasitasnya tanpa hambatan berarti.

D. Pusat data layanan terkelola
  Managed Service Data Center adalah pusat data yang dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga atau vendor layanan profesional. Artinya, perusahaan yang menggunakan data center ini tidak perlu mengurus operasional teknis sehari-hari seperti pemeliharaan perangkat keras, keamanan, pemantauan, dan manajemen jaringan. Semua itu sudah menjadi tanggung jawab penyedia layanan Managed Service.


  Mengacu pada standar dan sertifikasi menurut The Uptime Institute, terdapat empat klasifikasi tingkatan data center berdasarkan pelayanan tingkatnya, yaitu sebagai berikut.

• Tier 1: Infrastruktur dasar dengan downtime sekitar 28,8 jam per tahun.

• Tier 2: Infrastruktur dengan beberapa sistem redundan, downtime sekitar 22 jam per tahun.

• Tier 3: Infrastruktur dengan sistem redundan yang dapat dilakukan pemeliharaan tanpa mengganggu layanan, downtime sekitar 1,6 jam per tahun.

• Tier 4: Gangguan infrastruktur sangat tinggi, downtime kurang dari 0,4 jam per tahun, biasanya memiliki sistem ganda sepenuhnya.



Comments

Popular posts from this blog

Konfigurasi Bridge

BASIC CONFIGURATION MICROTIC DAN WIRELESS ACCES POINT

CISCO PACKET TARCER